Monthly Archives: Oktober 2016

  • 0
img-20161020-wa0016

Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS Tingkat Akademi/Universitas Tahun 2016

Category : Uncategorized

4130b54208512f2b8cbbfd90a8c9a6d9            STKIP PGRI Banjarmasin telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Banjarmasin, untuk mengadakan sosialisasi  pencegahan penyakit HIV/AIDS tingkat akademi/universitas. Acara tersebut berlangsung pada Selasa, 20 Oktober 2016 pukul 09.00-12.00 WITA bertempat di Aula STKIP PGRI Banjarmasin. Adapun peserta yang mengikuti acara ini merupakan bagian dari civitas akademika sejumlah 50 orang, yang diutamakan berusia 15 sampai dengan 24 tahun dan aktif. Peserta akan ditawarkan pemeriksaan HIV/AIDS dari layanan Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.

img-20161020-wa0016    HIV (Human Immuno–Devesiensi) adalah virus yang hanya hidup dalam tubuh manusia, yang dapat merusak daya kekebalan tubuh manusia. AIDS (Acguired Immuno–Deviensi Syndromer) adalah  kumpulan gejala menurunnya gejala kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit dari luar.

              Salah satu bahaya AIDS ialah, Orang yang telah mengidap virus AIDS akan menjadi pembawa dan penular AIDS selama hidupnya, walaupun tidak merasa sakit dan tampak sehat. AIDS juga dikatakan penyakit yang berbahaya karena sampai saat ini belum ada obat atau vaksin yang bisa mencegah virus AIDS. Selain itu orang terinfeksi virus AIDS akan merasakan tekanan mental dan penderitaan batin karena sebagian besar orang di sekitarnya akan mengucilkan atau menjauhinya. Dan penderitaan itu akan bertambah lagi akibat tingginya biaya pengobatan. Bahaya AIDS yang lain adalah menurunnya sistem kekebalan tubuh. Sehingga serangan penyakit yang biasanya tidak berbahaya pun akan menyebabkan sakit atau bahkan meninggal.

                Sejak pertama seseorang terinfeksi virus HIV, maka virus tersebut akan hidup dalam tubuhnya, tetapi orang tersebut tidak menunjukkan gejala penyakit namun terlihat betapa sehat, aktif, produktif seperti biasa. Karena gejala-gejala AIDS tampak setelah + 3 bulan. Adapun gejala-gejala AIDS itu sendiri adalah : (a) Berat badan turun dengan drastis, (b) Demam yang berkepanjangan(lebih dari 38 0C), (c) Pembesaran kelenjar (dileher), diketiak, dan lipatan paha)yang timbul tanpa sebab, (d) Mencret atau diare yang berkepanjangan, (d) Timbulnya bercak-bercak merah kebiruan pada kulit (Kanker kulit atau KAPOSI SARKOM), (e) Sesak nafas dan batuk yang berkepanjangan, (f) Sariawan yang tidak sembuh-sembuh, yang lama-kelamaan akan berakhir dengan kematian.

              Sebelumnya virus AIDS tidak mudah menular virus influensa. Kita tidak usak terlalu mengucilkan atau menjauhi penderita AIDS, karena AIDS tidak akan menular dengan cara – cara seperti ; (a) Hidup serumah dengan penderita AIDS (asal tidak mengadakan hubungan seksual), (b) Bersenggolan atau berjabat tangan dengan penderita, (c) Bersentuhan dengan pakaian dan lain-lain barang bekas penderita AIDS, (d) Makan dan minum, (e) Gigitan nyamuk dan serangga lain, (f) Sama-sama berenang di kolam renang. Penyebab menularnya AIDS dapat terjadi melalui cara-cara sbb : (a) melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang mengidap HIV, (b) Transfusi darah yang mengandung virus HIV, (c) Melalui alat suntik, akupuntur, tato, dan alat tindik yang sudah di pakai orang yang mengidap virus AIDS, (d) Hubungan pranatal, yaitu pemindahan virus dari ibu hamil yang mengidap virus AIDS kepada janin yang dikandungnya.

                  Cara mencegah HIV AIDS adalah ; (a) Hindarkan hubungan seksual diluar nikah. Usahakan hanya berhubungan dengan satu orang pasangan seksual, tidak berhubungan dengan orang lain, (b) Pergunakan kondom bagi resiko tinggi apabila melakukan hubungan seksual, (c) Ibu yang darahnya telah diperiksa dan ternyata mengandung virus, hendaknya jangan hamil. Karena akan memindahkan virus AIDS , (d) pada janinnya.Kelompok resiko tinggi di anjurkan untuk menjadi donor darah, (e) Penggunaan jarum suntik dan alat lainnya ( akupuntur, tato, tindik ) harus dijamin sterilisasinya.


  • 0

Pelatihan Soft Skill untuk Mahasiswa

Category : Uncategorized

pelatihan-soft-skill

             Pelatihan Soft Skill merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Karir STKIP PGRI Banjarmasin untuk mendorong mahasiswa dalam berwirausaha. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2016 dengan dua pembicara, yaitu Bapak Dana Aswadi sebagai Tenaga Ahli Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Selatan sekaligus ketua Pusat Pengembangan Karir (CDC) dan Bapak Gunawan, M.Sc selaku pengurus  PPK/CDC STKIP PGRI Banjarmasin. Kegiatan pelatihan ini membicarakan tentang kepemimpinan sebagai salah satu bidang manajemen yang harus dikuasai oleh seorang  entrepreneur. Selain itu, tanggal 31 Agustus 2016 juga telah dilaksanakan pelatihan kewirausahaan  dengan dua narasumber , yaitu Ida Komalasari selaku owner Fotocopy dan Kantin Aulia dan Rahidatul Laila Agustina, M.Pd. selaku sekretaris PPK/CDC STKIP PGRI Banjarmasin.  Kegiatan ini membicarakan tentang kiat jitu bagi entrepreneur pemula untuk menemukan ide usaha yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh tim PPK/CDC STKIP PGRI Banjarmasin diharapkan dapat membuat mahasiswa semakin terdorong untuk berwirausaha.


  • 0
14441173_1141805445914297_6879479870135575379_n

Mengembangkan Jiwa Wirausaha untuk Mahasiswa

Category : Uncategorized

               STKIP PGRI Banjarmasin mendirikan sebuah Pusat Pengembangan Karier (PPK) atau Carrier Development Centre (CDC). Unit ini merupakan salah satu program Kemenristekdikti untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship bagi mahasiswa. Unit ini didirikan untuk mendorong mahasiswa berwirausaha demi menghadapi permasalahan di masa depan yang semakin ketat. Pengembangan Pusat Karier diketuai oleh dosen PBSI STKIP PGRI Banjarmasin, yakni Bapak Dana Aswadi. Dalam program kerja PPK/DCD bagi mahasiswa yang berminat untuk membangun usaha, Pusat Pengembangan Karir akan berusaha memfasilitasinya. Komunitas yang beranggotakan mahasiswa/i STKIP PGRI Banjarmasin akan dibina hingga mampu berkembang  dan membuat usaha yang dapat berdiri dan berkembang sendiri.

               Karier di masa depan merupakan kekhawatiran yang selalu muncul di benak setiap mahasiswa/i dan sarjana yang baru lulus. Sayangnya, mindset utama mahasiswa terutama mahasiswa keguruan ialah menanti penerimaan CPNS, padahal semakin lama persaingan semakin tinggi. Sementara itu, peluang di bidang itu tidak mampu menampung semua pencari kerja. Hal ini menjadi permasalahan yang terus berlangsung selama bertahun-tahun. Masalah ini yang mendorong tim pusat karir dalam memotivasi dan mendorong mahasiswa/i STKIP PGRI Banjarmasin agar dapat menanamkan serta mengembangkan jiwa wirausaha.

          Salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh PPK/CDC ialah Seminar Enterprenuership dengan tema “Enterpreuner Pemula yang Kreatif dan Inovatif untuk menjadi Pemuda yang Sukses dan Mulia”. Seminar ini dilaksanakan pada tanggal 28 September 2016 di Aula STKIP PGRI Banjarmasin. Pesertanya berasal dari mahasiswa/i dan alumni STKIP PGRI Banjarmasin yang berjumlah sekitar 240 orang.

14441173_1141805445914297_6879479870135575379_n 14520578_1141874359240739_8798199221451280161_n

                Pembicara dalam seminar ini ialah Ketua DPD Himpunan Pengusaha Mikro Kecil Menengah (Hipmikindo), yaitu Ibu Dra. Hj. Asmah Darkani. Hipmikindo merupakan wadah yang didirikan untuk membantu para pengusaha kecil dan menengah. Dalam seminar ini, Narasumber menceritakan pengalaman beliau sebelum menjadi seorang pengusaha yang sukses.  Ibu Asmah Darkani menceritakan bahwa kesuksesan yang diraihnya merupakan hasil dari usaha yang gigih, tekun, dan keras. Jiwa wirausaha yang kuat membuat Darkani berhasil memiliki butik pakaian muslimah yang memiliki brand terkenal, yaitu Mufidah. Buktik ini pada mulanya hanya mempunyai modal awal satu mesin jahit. Usaha ini sangat sukses hingga berhasil diekspor ke negara tetangga Malaysia. Namun, akibat krisis ekonomi usaha ini sempat terhenti. Meskipun demikian, hal ini tidak menyurutkan semangat untuk terus berwirausaha. Usaha selanjutnya  yang dikembangan ialah Virgin Coconut Oil yang merupakan minyak kesehatan yang berasal dari kelapa. Usaha ini mampu bertahan hingga saat ini dan terus berkembang. Pengalaman ini disampaikan sebagai motivasi bagi mahasiswa agar terus berusaha ketika membuka usaha. Pasang surut akan terus terjadi, tetapi seorang wirausahawan/entrepreneur tidak akan menyerah begitu saja ketika mengalami kegagalan. Para entrepreneur akan terus bangkit dan selalu berusaha lebih baik lagi dalam memperbaiki usaha yang di geluti.


Oktober 2016
M S S R K J S
« Sep   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Statistic Visitors

  • 0
  • 11
  • 5
  • 1.680
  • 784