Pedoman Akademik

Pedoman Akademik

A. Pendidikan

Pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran melalui Sistem Satuan Kredit (SKS) dimulai sejak awal berdirinya STKIP PGRI Banjarmasin. Pada sistem SKS ini, lulusan STKIP PGRI Banjarmasin pada jenjang Strata-1 (S1) berhak mendapat gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) ketika jumlah SKS yang ditetapkan terpenuhi.

Beban belajar mahasiswa dinyatakan dalam besaran satuan kredit semester. Satuan kredit semester (sks) adalah takaran waktu kegiatan belajar yang dibebankan pada mahasiswa per minggu per semester dalam proses pembelajaran melalui berbagai bentuk pembelajaran atau besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa dalam mengikuti kegiatan kurikuler di suatu program studi. Semester merupakan satuan waktu kegiatan pembelajaran efektif selama 12-16 minggu.

B. Tujuan Sistem Satuan Kredit Semester

      Penerapan sistem SKS dalam penyelenggaraan pendidikan di STKIP PGRI Banjarmasin bertujuan untuk :

  1. memberikan kesempatan pada mahasiswa agar dapat menyelesaikan studinya dalam waktu yang singkat;
  2. memberikan kesempatan kepada mahasiswa, dalam batas-batas tertentu, untuk memilih kegiatan pendidikan sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan masing-masing;
  3. memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melatih diri dalam mengorganisasikan kegiatan-kegiatan secara efisien dan efektif;
  4. memudahkan penyesuaian kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan masyarakat;
  5. memungkinkan dan memudahkan pengalihan kredit antar jurusan atau antar program studi dalam lingkungan STKIP PGRI Banjarmasin dengan perguruan tinggi lain.

C. Penentuan Beban Kredit Semester

Satu sks pada proses pembelajaran berupa kuliah, terdiri atas :

  1. kegiatan tatap muka 50 menit per minggu per semester
  2. kegiatan penugasan terstruktur 60 menit per minggu per semester
  3. kegiatan mandiri 60 menit per minggu per semester.

Satu sks pada proses pembelajaran berupa seminar, terdiri atas :

  1. kegiatan tatap muka 100 menit per minggu per semester
  2. kegiatan mandiri 70 menit per minggu per semester.

            Satu sks pada proses pembelajaran berupa praktikum, terdiri atas 170 menit per minggu per semester. Masa dan beban belajar paling lama 7 tahun akademik dengan beban belajar mahasiswa paling sedikit 144 sks untuk program sarjana. (Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi).

           Pada semester ganjil  tahun pertama, seorang mahasiswa memulai studinya dengan jumlah beban yang telah ditetapkan oleh STKIP PGRI Banjarmasin, yaitu berkisar antara 18–22 SKS. Selanjutnya,  jumlah SKS yang dapat direncanakan oleh mahasiswa lama ditentukan atas dasar indeks prestasi (IP) semester sebelumnya dengan ketentuan berdasarkan tabel berikut.

IP semester lalu sks maks yg diprogramkan
3,00 – 4,00

2,50 – 2,99

2,00 – 2,49

1,50 – 1,99

0,00 – 1,49

2422

19

16

14

D. Putus Kuliah, Batas Masa Studi, dan Cuti Akademik

          Seorang mahasiswa dinyatakan putus kuliah atau putus studinya apabila ia tidak memenuhi persyaratan akademik yakni batas masa studi menurut ketentuan yang berlaku, yaitu 14 semester bagi jenjang program S1 tidak termasuk cuti akademik. Selanjutnya ia tidak diperbolehkan untuk melanjutkan studinya dan dinyatakan gagal.

       Cuti akademik adalah pembebasan mahasiswa dari kewajiban mengikuti kegiatan akademik selama jangka waktu tertentu. Cuti ini dapat diberikan maksimal 4 semester dan tidak boleh diambil lebih dari 2 semester berturut-turut.

       Seorang mahasiswa yang ingin mengambil cuti akademik diharuskan mengajukan permohonan cuti kepada Ketua STKIP PGRI Banjarmasin. Cuti akademik diberikan melalui Surat Persetujuan Ketua STKIP PGRI Banjarmasin. Masa cuti tidak diperhitungkan dalam menentukan batas masa studi. Permohonan cuti akademik dilakukan selama masa konsultasi rencana studi.

Mahasiswa yang cuti akademiknya berakhir dan akan aktif kembali, diwajibkan:

  1. menyelesaikan persyaratan administrasi dengan membawa surat permohonan aktif kembali kepada Ketua STKIP PGRI Banjarmasin yang disertai dengan lampiran surat cuti akademik,
  2. permohonan aktif kembali dilakukan selama masa konsultasi rencana studi.

Mahasiswa yang melewati masa cuti akademik atau tidak melakukan registrasi semester dikenakan ketentuan-ketentuan sebagai berikut.

  1. Mahasiswa yang bersangkutan pada prinsipnya diperlakukan bukan lagi sebagai mahasiswa STKIP PGRI Banjarmasin.
  2. Mahasiswa yang termasuk dalam butir (1) jika ingin aktif kembali diberlakukan sebagai mahasiswa baru.

E. Sanksi

          Tertib penyelenggaraan pendidikan adalah syarat mutlak untuk menciptakan suasana belajar yang baik dan untuk menjamin tercapainya mutu pendidikan. Tertib proses pendidikan wajib dijaga dan diusahakan terus peningkatannya. Semua yang terlibat dalam proses pendidikan wajib mentaati semua ketentuan akademik serta administrasi akademik dan tata tertib kehidupan kampus.

          Terhadap semua pelanggaran, baik pelanggaran tata tertib kampus, maupun pelanggaran administrasi dan akademik dapat dikenakan sanksi akademik sesuai dengan etika pendidikan.

        Sanksi akademik ialah hukuman akademik yang dikenakan kepada mahasiswa yang melakukan pelanggaran, baik pelanggaran ketertiban kampus, maupun pelanggaran administrasi dan akademik. Sanksi akademik dapat dikenakan terhadap perbuatan:

  1. ketetapan atau pernyataan tidak benar yang ditulis dalam formulir biodata akan dikenakan teguran lisan dan tertulis;
  2. memalsukan dokumen dikenakan sanksi sesuai hasil rapat di lembaga;
  3. tidak memenuhi kewajiban keuangan tepat pada waktunya tidak diperkenankan mengikuti semua kegiatan akademik;
  4. mahasiswa yang telah mengisi KRS, tetapi tidak mengikuti kegiatan akademik, dan tidak cuti akademik, pada akhir semester akan memperoleh nilai E untuk semua mata kuliah yang direncanakan dan diperhitungkan dalam IP semester;
  5. mahasiswa yang kehadiran kuliah kurang dari 80 % tidak diperbolehkan mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS);
  6. mahasiswa yang melanggar tata tertib perkuliahan dapat dikeluarkan dari ruang kuliah;
  7. mahasiswa yang tidak mematuhi tata tertib ujian atau melakukan kecurangan, dikenakan sanksi sesuai tata tertib yang berlaku;
  8. pemalsuan akademik seperti mencontek, menjiplak skripsi, dan semua bentuk kecurangan akademik, baik dilakukan saat mengikuti perkuliahan maupun dalam ujian dapat dikenakan sanksi;
  9. sanksi-sanksi yang belum diatur dalam pedoman ini akan ditentukan kemudian.

F. Pelaksanaan Perkuliahan

  1. Perkuliahan

        Perkuliahan diselenggarakan sesuai dengan penerapan satuan kredit semester (sks). Oleh karena itu, pada setiap awal semester mahasiswa diberi kesempatan untuk merencanakan sendiri beban studi dengan petunjuk dari Dosen Penasihat sesuai dengan IP yang telah dicapai pada semester sebelumnya.

       a. Bentuk Perkuliahan

       Bentuk perkuliahan yang diselenggarakan di lingkungan STKIP PGRI Banjarmasin terdiri atas:

  • Perkuliahan di kelas
  • Praktikum di laboratorium atau di luar ruangan
  • Praktik Pengalaman Lapangan

      b. Frekuensi Perkuliahan

       Jumlah perkuliahan dalam satu semester adalah 16 – 18 minggu termasuk ujian tengah semester dan ujian akhir semester, dengan perincian sebagai berikut

  • Tatap muka di kelas                 : 14 – 16 minggu
  • Ujian tengah semester             : 1 minggu
  • Ujian akhir semester                : 1 minggu

Bagi dosen yang belum mencapai jumlah minimal 14 kali pertemuan, diharuskan melengkapi perkuliahan sebelum masa ujian dimulai, sedangkan untuk praktikum jumlah pertemuan tiap semester adalah 12 kali.

  1. Tata Tertib Perkuliahan

Agar perkuliahan dapat berjalan dengan baik secara berdaya guna dan berhasil guna serta untuk memelihara kehidupan dan lingkungan kampus yang tertib, maka ditetapkan dan diberlakukan tata tertib sebagai berikut.

  1. Mahasiswa yang berhak mengikuti perkuliahan di lingkungan STKIP PGRI adalah mahasiswa yang namanya tercantum/ terdaftar dalam Daftar Pengikut Kuliah (DPK), menyelesaikan administrasi sebagaimana telah ditentukan pada tahun akademik yang bersangkutan, dan telah mengikuti bimbingan akademik dengan Dosen Penasihat. Mahasiswa yang namanya tidak tercantum di dalam DPK tidak diperkenankan untuk mengikuti perkuliahan.
  2. Mahasiswa diwajibkan menandatangani Daftar Hadir Mahasiswa (DHM) yang telah disediakan pada setiap kali perkuliahan.
  3. Mahasiswa selama mengikuti perkuliahan diharuskan berpakaian rapi, sopan (tidak memakai jeans, pakaian ketat, dan transparan) dan memakai sepatu. Bagi mahasiswa yang melanggar ketentuan ini, tidak diperbolehkan mengikuti perkuliahan.
  4. Mahasiswa sudah berada dalam ruangan kuliah pada saat dosen memasuki ruangan.
  5. Kepada dosen diberikan kewenangan untuk tidak mengizinkan mahasiswa yang datang terlambat untuk mengikuti perkuliahan setelah dosen memulai perkuliahan.
  6. Apabila pada saat perkuliahan dimulai ternyata dosen belum hadir, mahasiswa menunggu dengan tertib.
  7. Mahasiswa dimungkinkan untuk pindah mengikuti perkuliahan pada kelas paralel yang lain dengan syarat mendapatkan persetujuan secara tertulis dari Dosen Penasehat Akademik dan Ketua Prodi.

3. Tata Tertib Ujian (Tengah Semester dan Akhir Semester)

Tata tertib ujian tengah semester dan ujian akhir semester, sebagai berikut:

  1. Masuk ruangan 5 menit sebelum ujian dimulai.
  2. Membawa kartu ujian akhir semester.
  3. Berpakaian rapi dan sopan.
Pria kemeja putih dan celana kain panjang hitam.
Wanita atasan baju hitam dan celana kain panjang/rok hitam
  1. Menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan.
  2. Tidak diperkenankan membawa tas dan hp atau alat komunikasi lain ke ruang ujian, sedangkan penggunaan kalkulator tergantung izin pengawas.
  3. Pengawas berhak mendiskualifikasikan ujian mahasiswa tersebut, Apabila peserta melakukan kecurangan dalam ujian,
  4. Tidak ada penambahan waktu bagi mahasiswa yang terlambat.

4. Semester Pendek

Penyelenggaraan Program Perkuliahan Semester Pendek di Lingkungan STKIP PGRI Banjarmasin, ditetapkan ketentuan sebagai berikut.

  1. Program semester pendek diselenggarakan di antara dua semester reguler.
  2. Pelaksanaan semester pendek didasarkan pada prinsip membantu mahasiswa untuk perbaikan hasil studi.
  3. Jumlah tatap muka dosen dengan mahasiswa disesuaikan dengan beban sks untuk setiap mata kuliah.
  4. Jumlah sks yang diambil oleh mahasiswa maksimal 9 sks dan tidak melebihi 30 sks pada semester yang ditempuh.
  5. Mata kuliah yang diprogram adalah mata kuliah yang pernah ditempuh.
  6. Biaya penyelenggaraan dan ketentuan administrasi lainnya yang berhubungan dengan program perkuliahan semester pendek diatur secara khusus.


November 2017
M S S R K J S
« Sep    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Statistic Visitors

  • 0
  • 11
  • 5
  • 1.680
  • 784